Friday, January 11, 2013

PENENTUAN DAN PENGENDALIAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

POKOK BAHASAN 4:        

SUBPOKOK BAHASAN:
1.1.       Biaya overhead pabrik.
1.2.       Perbedaan biaya overhead pabrik normal dengan sesungguhnya.
1.3.       Penaksiran tingkat produksi.
1.4.       Penaksiran biaya overhead pabrik.
1.5.       Penentuan tarif biaya overhead pabrik.
1.6.       Pembebanan biaya overhead pabrik.
1.7.       Biaya overhead pabrik sesungguhnya.
1.8.       Selisih biaya overhead pabrik.
1.9.       Alokasi biaya overhead pabrik departemen jasa ke departemen produksi.

MATERI KULIAH:

1.1.       Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu (1) biaya overhead pabrik variabel, (2) biaya overhead pabrik tetap, dan (3) biaya overhead pabrik campuran. Biaya overhead pabrik variabel adalah biaya overhead pabrik yang jumlah totalnya akan berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh biaya overhead pabrik variabel adalah biaya bahan penolong. Biaya overhead pabrik tetap adalah biaya overhead pabrik yang jumlah totalnya (dalam kisaran tertentu) tidak berubah walaupun terjadi perubahan volume kegiatan. Contoh biaya overhead pabrik tetap adalah pajak bumi dan bangunan, biaya penyusutan aktiva tetap, dan biaya sewa gedung pabrik. Biaya overhead pabrik campuran dapat dibedakan menjadi biaya overhead pabrik semivariabel, misalnya biaya listrik pabrik dan biaya telepon pabrik, dan biaya overhead pabrik bertahap, misalnya gaji supervisor dan gaji inspektur.


1.2.       Perbedaan Biaya Overhead Pabrik Normal dengan Sesungguhnya
Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dapat berupa biaya overhead pabrik sesungguhnya atau biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka. Jika biaya overhead pabrik dibebankan sebesar biaya sesungguhnya maka harga pokok produk baru dapat ditentukan setelah semua biaya overhead pabrik sesungguhnya telah terkumpul. Padahal penentuan harga pokok produk diperlukan pada saat barang selesai diproses. Untuk itu, perlu ditetapkan biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka atas dasar kapasitas normal.

1.3.       Penaksiran Tingkat Produksi
Biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka dihitung dengan penyebut/pembagi kapasitas produksi. Tingkat kapasitas produksi yang dapat digunakan sebagai penyebut adalah (1) kapasitas produksi teoritis atau ideal, (2) kapasitas produksi praktis atau realistis, (3) kapasitas produksi  normal atau jangka panjang, dan (4) kapasitas produksi yang diharapkan atau jangka pendek.
Kapasitas produksi teoritis atau ideal adalah kapasitas produksi maksimum yang dapat diproduksi oleh perusahaan tanpa hambatan intern maupun hambatan ekstern. Hambatan intern misalnya setup time, reparasi dan pemeliharaan mesin, libur nasional, dan libur mingguan. Hambatan ekstern misalnya kekosongan pesanan penjualan. Pada tingkat kapasitas ini, pabrik dianggap bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 52 minggu setahun tanpa henti sehingga tercapai kapasitas produksi 100%.
Kapasitas produksi praktis atau realistis adalah kapasitas kapasitas produksi maksimum yang dapat dicapai oleh perusahaan dengan mempertimbangkan hambatan intern. Pada kapasitas ini dianggap hambatan-hambatan esktern tidak ada.
Kapasitas produksi  normal atau jangka panjang adalah kapasitas produksi yang didasarkan pada kapasitas produksi praktis dengan mempertimbangkan permintaan terhadap produk. Pada kapasitas ini sudah dipertimbangkan baik hambatan intern maupun hambatan ekstern jangka panjang, umumnya dalam jangka waktu 5 tahun,
Kapasitas produksi yang diharapkan atau jangka pendek adalah kapasitas produksi yang didasarkan atas taksiran produksi periode yang akan datang. Dalam satu periode, kapasitas produksi yang diharapkan dapat lebih besar, sama, atau lebih kecil dari pada kapasitas produksi normal. Dalam jangka panjang, total kapasitas produksi yang diharapkan harus sama dengan total kapasitas produksi normal.

1.4.       Penaksiran Biaya Overhead Pabrik
Dalam menaksir biaya overhead pabrik, harus ditaksir total biaya overhead pabrik selama periode tertentu. Taksiran total biaya overhead pabrik ini biasanya ditetapkan pada tingkat kapasitas produksi normal. Taksiran total biaya overhead pabrik dirinci ke dalam biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik tetap.

1.5.       Penentuan Tarif Biaya Overhead Pabrik
Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan membagi taksiran total biaya overhead pabrik dengan tingkat kapasitas produksi tertentu. Kapasitas produksi yang digunakan dapat berupa (1) unit produksi, (2) biaya bahan baku, (3) biaya tenaga kerja, (4) jam kerja langsung, (5) jam mesin. Tarif biaya overhead pabrik dapat ditentukan berupa (1) tarif tunggal atau (2) tarif departemenisasi. Tarif biaya overhead pabrik dapat dirinci menjadi tarif biaya overhead pabrik variabel dan tarif biaya overhead pabrik tetap.

Contoh

Berikut ini adalah taksiran unit produksi pada kapasitas normal, taksiran jam kerja langsung pada kapasitas normal, taksiran total biaya variabel, dan taksiran total biaya tetap untuk tahun 2000 pada PT Jambusari.

       Taksiran unit produksi pada kapasitas normal.................................. 250.000 unit

Taksiran jam kerja langsung pada kapasitas normal ......................... 500.000 jam

Taksiran total biaya variabel:
        Biaya bahan penolong ............................................................ Rp125.000,00
        Biaya tenaga kerja tidak langsung............................................      75.000,00
        Biaya bahan bakar.....................................................................    450.000,00
        Total biaya variabel................................................................. Rp650.000,00
Taksiran total biaya tetap:

        Biaya sewa pabrik................................................................... Rp300.000,00

        Biaya penyusutan mesin pabrik...............................................       50.000,00
        Total biaya overhead pabrik tetap........................................... Rp350.000,00
................. Taksiran total biaya overhead pabrik......................................... Rp1.000.000,00
Pertanyaan:
Hitunglah tarif biaya overhead pabrik jika kapasitas produksi yang digunakan adalah:
1.      unit produksi, yaitu 250.000 unit.
2.      biaya bahan baku, yaitu Rp500.000,00.
3.      biaya tenaga kerja langsung, yaitu Rp2.000.000,00.
4.      jam kerja langsung,  yaitu 500.000 jam.
5.      jam mesin, yaitu 12.500 jam.
1.6.       Pembebanan Biaya Overhead Pabrik
Pembebanan biaya overhead pabrik adalah penetapan biaya overhead pabrik yang diperhitungkan ke dalam harga pokok produk. Pembebanan ini dihitung dengan mengalikan tarif biaya overhead pabrik dengan kapasitas produksi sesungguhnya.

Contoh
Dalam contoh di atas (penentuan tarif biaya overhead pabrik), PT Jambusari menetapkan pembebanan biaya overhead pabrik atas dasar jam kerja langsung. Jam kerja langsung yang sesungguhnya terjadi adalah 400.000 jam.
Pertanyaan:
1.      Hitunglah jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan.
2.      Buatlah jurnal untuk mencatat pembebanan biaya overhead pabrik.

1.7.       Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dicatat secara harian sesuai dengan waktu terjadinya. Biaya overhead ini dikumpulkan dalam rekening tersendiri yaitu rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya. Rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya  dapat dibuat untuk setiap departemen produksi dan jika diperlukan dapat dibuat rekening pembantunya. Pada akhir periode, Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya dengan Biaya Overhead Pabrik Dibebankan diperbandingkan.

Contoh
Berikut ini adalah informasi tentang biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi pada PT Jambusari.
Total biaya variabel:
        Biaya bahan penolong ............................................................ Rp100.000,00
        Biaya tenaga kerja tidak langsung............................................      60.000,00
        Biaya bahan bakar.....................................................................    360.000,00
        Total biaya overhead variabel................................................. Rp520.000,00
Total biaya tetap:

        Biaya sewa pabrik................................................................... Rp300.000,00

        Biaya penyusutan mesin pabrik...............................................       50.000,00
        Total biaya overhead pabrik tetap........................................... Rp350.000,00
Pertanyaan:
Buatlah jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik sesungguhnya yang terjadi dalam periode tersebut di atas.

1.8.       Selisih Biaya Overhead Pabrik
Perbandingan antara biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan biaya overhead pabrik dibebankan dapat menimbulkan selisih. Selisih biaya overhead pabrik dapat berupa selisih menguntungkan (laba/favorable) atau selisih tidak menguntungkan (rugi/ unfavorable). Selisih menguntungkan (hemat) terjadi jika biaya overhead sesungguhnya lebih kecil dari pada biaya overhead dibebankan, sedang selisih tidak menguntungkan (boros) jika terjadi hal yang sebaliknya. Selisih biaya overhead pabrik dapat digolongkan lebih rinci menjadi (1) selisih harga, (2) selisih efisiensi, (3) selisih volume produksi. Selisih ini selanjutnya dapat dialokasikan ke (1) persediaan barang dalam proses, (2) persediaan barang jadi, dan (3) harga pokok penjualan.

Contoh
Pertanyaan:
Atas dasar data PT Jambusari tersebut di atas:
1.      Buatlah jurnal untuk mencatat selisih biaya overhead pabrik.
2.      Buatlah jurnal untuk mencatat alokasi selisih biaya overhead pabrik jika diketahui barang jadi yang terjual adalah 180.000 unit, persediaan barang jadi 20.000 unit, dan persediaan barang dalam proses 0 unit.

1.9.       Alokasi Biaya Overhead Pabrik Departemen Jasa ke Departemen Produksi.
Jika perusahaan mempunyai departemen jasa, maka biaya departemen jasa harus dialokasikan terlebih dahulu ke departemen lain yang menikmati jasanya. Biaya yang terjadi di departemen jasa jika dialokasikan ke departemen produksi akan menambah biaya overhead pabrik departemen produksi yang menerima alokasi tersebut. Metode alokasi yang dapat digunakan adalah (1) metode langsung, (2) metode bertahap, dan (3) metode aljabar. Alokasi ini dilakukan baik terhadap biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka maupun biaya overhead pabrik sesungguhnya.

Contoh

PT Jayaraya menetapkan budget biaya overhead pabrik departemen produksi dan biaya departemen pembantu untuk tahun 1999 sebagai berikut.
            Departemen Pembantu:
                   Departemen X............................................ Rp10.000,00
                   Departemen Y................................................... 7.500,00
            Departemen Produksi:
                   Departemen A............................................ Rp36.500,00
                   Departemen B.................................................. 44.600,00
Taksiran jam kerja langsung, luas lantai, dan total jam kerja adalah sebagai berikut.
Departemen
Taksiran Jam Kerja Langsung
Taksiran Luas Lantai
Taksiran Jumlah Jam Kerja
X
Y
A
B
-
-
1.800
950

700 m2
500 m2
1.000 m2
3.000 m2

1.000
700
2.800
1.200

 
2.750

5.200 m2

5.700


Biaya overhead pabrik departemen produksi dan biaya departemen pembantu yang sesungguhnya terjadi selama tahun 1999 adalah sebagai berikut.
            Departemen Pembantu:
                   Departemen X.............................................. Rp11.000,00
                   Departemen Y..................................................... 7.900,00
            Departemen Produksi:
                   Departemen A.............................................. Rp38.400,00
                   Departemen B.................................................. 43.700,00
Berikut ini adalah jam kerja langsung, luas lantai, dan total jam kerja yang sesungguhnya.
Departemen
Jam Kerja Langsung
Luas Lantai
Jumlah Jam Kerja
X
Y
A
B
-
-
1.700
1.000

650 m2
550 m2
1.300 m2
2.600 m2

1.400
900
3.000
1.500

 
2.700

5.100 m2

6.800


Biaya Departemen X dialokasikan atas dasar luas lantai, sedang biaya Departemen Y dialokasikan atas dasar jumlah jam kerja.
Pertanyaan:
1.      Lakukan alokasi budget biaya departemen pembantu ke departemen produksi, hitunglah jumlah biaya overhead pabrik departemen produksi setelah alokasi jika metode alokasi yang digunakan (a) metode langsung, (b) metode bertahap, dan (c) metode aljabar, dan hitunglah tarif biaya overhead pabrik departemen produksi jika digunakan dasar jam kerja langsung.
2.      Lakukan alokasi biaya departemen pembantu sesungguhnya ke departemen produksi dan hitunglah jumlah biaya overhead pabrik sesungguhnya departemen produksi setelah alokasi jika metode alokasi yang digunakan (a metode) langsung, (b) metode bertahap, dan (c) metode aljabar.
3.      Jika digunakan metode langsung dalam melakukan alokasi biaya di departemen pembantu, buatlah jurnal untuk mencatat (a) pembebanan biaya overhead pabrik di departemen produksi, (b) biaya overhead pabrik sesungguhnya di departemen pembantu dan departemen produksi, (c) alokasi biaya di departemen pembantu, dan (d) pentupan rekening-rekening biaya overhead pabrik.

Catatan:
Dalam alokasi dengan menggunakan metode bertahap, biasanya yang dialokasikan terlebih dahulu adalah biaya departemen pembantu yang terbesar.

1.a. Metode Langsung:

Departemen Pembantu
Departemen Produksi

Departemen X
Departemen Y
Departemen A
Departemen B
Total biaya sebelum alokasi




Alokasi biaya Dep. X




Alokasi biaya Dep. Y




Total biaya setelah alokasi
0
0


Tarif biaya overhead pabrik
-
-




1.b. Metode Bertahap:

Departemen Pembantu
Departemen Produksi

Departemen X
Departemen Y
Departemen A
Departemen B
Total biaya sebelum alokasi




Alokasi biaya Dep. X




Alokasi biaya Dep. Y




Total biaya setelah alokasi
0
0


Tarif biaya overhead pabrik
-
-



1.c. Metode Aljabar:

Departemen Pembantu
Departemen Produksi

Departemen X
Departemen Y
Departemen A
Departemen B
Total biaya sebelum alokasi




Alokasi biaya Dep. X




Alokasi biaya Dep. Y




Total biaya setelah alokasi
0
0


Tarif biaya overhead pabrik
-
-



2.a. Metode Langsung:

Departemen Pembantu
Departemen Produksi

Departemen X
Departemen Y
Departemen A
Departemen B
Total biaya sebelum alokasi




Alokasi biaya Dep. X




Alokasi biaya Dep. Y




Total biaya setelah alokasi
0
0




2.b. Metode Bertahap:

Departemen Pembantu
Departemen Produksi

Departemen X
Departemen Y
Departemen A
Departemen B
Total biaya sebelum alokasi




Alokasi biaya Dep. X




Alokasi biaya Dep. Y




Total biaya setelah alokasi
0
0




2.c. Metode Aljabar:

Departemen Pembantu
Departemen Produksi

Departemen X
Departemen Y
Departemen A
Departemen B
Total biaya sebelum alokasi




Alokasi biaya Dep. X




Alokasi biaya Dep. Y




Total biaya setelah alokasi
0
0



Latihan
PT Maju Lancar mempunyai dua departemen jasa (Departemen A dan B) dan dua departemen produksi (Departemen 1 dan 2). Berikut ini adalah informasi tentang budget biaya pada keempat departemen tersebut dan jasa yang diberikan oleh departemen jasa:
Departemen
Budget Biaya
Jasa yang Diberikan Oleh
Departemen A
Departemen B
Departemen A
Rp10.000,00
-
20%
Departemen B
20.000,00
35%
-
Departemen 1
14.000,00
15%
45%
Departemen 2
6.000,00
50%
35%

Rp50.000,00
100%
100%
Jam kerja langsung di Departemen 1 ditetapkan 10.000 jam, sedang di Departemen 2 adalah 5.000 jam.
Pertanyaan:
Lakukan alokasi budget biaya departemen pembantu ke departemen produksi, hitunglah jumlah biaya overhead pabrik departemen produksi setelah alokasi, dan hitunglah tarif biaya overhead pabrik departemen produksi jika metode alokasi yang digunakan:
1.      langsung,
2.      bertahap, dan
3.      aljabar.


1.  Metode langsung:

Departemen Pembantu
Departemen Produksi

Departemen A
Departemen B
Departemen 1
Departemen 2
Total biaya sebelum alokasi




Alokasi biaya Dep. A




Alokasi biaya Dep. B




Total biaya setelah alokasi




Tarif biaya overhead pabrik






2.  Metode bertahap:

Departemen Pembantu
Departemen Produksi

Departemen A
Departemen B
Departemen 1
Departemen 2
Total biaya sebelum alokasi




Alokasi biaya Dep. A




Alokasi biaya Dep. B




Total biaya setelah alokasi




Tarif biaya overhead pabrik




3. Metode Aljabar:

Departemen Pembantu
Departemen Produksi

Departemen A
Departemen B
Departemen 1
Departemen 2
Total biaya sebelum alokasi




Alokasi biaya Dep. A




Alokasi biaya Dep. B




Total biaya setelah alokasi




Tarif biaya overhead pabrik







No comments:

Post a Comment